Jakarta Timur — Di tengah isu food waste yang makin santer dibicarakan, FoodCycle Indonesia punya cara sederhana tapi berdampak nyata untuk ikut jadi solusi: Masak Bareng Berdampak (MBB). Lewat program ini, surplus makanan yang tadinya berpotensi jadi sampah, disulap oleh tangan-tangan volunteer menjadi makanan siap santap untuk teman-teman yang membutuhkan.
MBB mengajak siapa saja untuk turun langsung mengolah surplus bahan makanan menjadi hidangan bergizi. Menunya nggak asal comot bahan yang ada, tim MBB selalu memastikan setiap porsi punya keseimbangan gizi, mulai dari protein (daging, tempe, tahu, telur) sampai vitamin dari aneka sayuran segar. Jadi, makanan yang dibagikan bukan cuma mengenyangkan, tapi juga menyehatkan.
Yang bikin program ini spesial, kegiatan masak ini sekaligus jadi ruang berbagi terbuka untuk semua orang. Setiap volunteer yang ikut bergabung memberikan kontribusi biaya partisipasi, yang seluruhnya digunakan untuk melengkapi bahan-bahan makanan agar menu yang dimasak makin variatif dan bergizi. Jadi, setiap volunteer nggak cuma menyumbang waktu dan tenaga, tapi juga langsung berperan dalam menyediakan makanan yang lebih lengkap untuk teman-teman yang membutuhkan.
Sejak Januari 2026, MBB telah berhasil mengolah 2.038 porsi makanan yang kemudian didistribusikan langsung kepada kaum rentan di sekitar Jakarta. Angka ini terus bertambah seiring makin banyaknya volunteer yang tertarik ambil bagian, tercatat sudah 534 volunteer yang bergabung dan turut memasak bersama sejak program ini berjalan.
Bagi para volunteer, MBB bukan cuma soal aksi sosial. Di sini mereka juga mendapat pengalaman baru di dapur, bertemu teman-teman baru dengan semangat yang sama, dan merasakan langsung bagaimana rasanya berkontribusi nyata untuk lingkungan sekitar.

Selain terbuka untuk publik, MBB juga hadir sebagai pilihan menarik bagi perusahaan yang ingin mengadakan kegiatan CSR yang seru sekaligus bermakna. Lewat kolaborasi ini, karyawan bisa turun langsung memasak bersama, sambil ikut berkontribusi mengurangi food waste dan membantu sesama.
Kegiatan MBB berlangsung di HUB FoodCycle Indonesia, Jalan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur. Ruang yang jadi rumah bagi berbagai gerakan sosial FoodCycle Indonesia.
Salah satu volunteer yang sudah merasakan langsung serunya MBB adalah Sekar Ayu Dewanti. Awal mula ia tertarik ikut karena melihat program ini di Instagram, yang membuatnya penasaran bukan cuma konsep “masak bareng”-nya, tapi juga fakta bahwa hasil masakannya dibagikan kepada yang membutuhkan.
Momen paling berkesan baginya justru datang dari hal-hal sederhana. Saat mengikuti MBB untuk kedua kalinya bersama anak-anak SMP Kanisius, banyak dari mereka yang baru pertama kali pegang pisau, potongan buncis dan wortelnya pun jadi beragam bentuk, ada yang kepanjangan, ada yang kependekan. Namun justru momen-momen kecil seperti itu yang membuat suasananya terasa hangat dan menyenangkan.

Menurutnya, yang membedakan MBB dari kegiatan volunteer lain adalah kegiatannya nggak berhenti begitu masakan matang. Ada proses bekerja sama, berbagi, sampai melihat langsung hasilnya diberikan kepada orang lain, termasuk teman-teman ojol.
“Coba dulu sekali. Siapa tahu malah jadi ketagihan!”
— Sekar Ayu Dewanti
Baginya, kebaikan itu nggak perlu menunggu datang dari orang lain, mulai saja dari diri sendiri.
Dengan setiap sesi masak bersama, MBB membuktikan bahwa langkah kecil, sepiring makanan yang diolah dengan senang hati, bisa membawa dampak besar bagi banyak orang.