Lembang, Kabupaten Bandung Barat — Jauh sebelum makanan sampai ke meja makan, ternyata banyak sayuran segar yang justru berakhir membusuk di kebun. Menjawab persoalan ini dari akarnya, FoodCycle Indonesia menghadirkan program Gleaning (Agri Recovery). Sebuah gerakan volunteer yang turun langsung ke ladang untuk memanen sayuran yang sengaja tidak dipanen oleh para petani.
Ada beberapa alasan di balik sayuran yang dibiarkan begitu saja oleh petani. Kadang harga jual sayuran anjlok sampai lebih rendah dari ongkos panennya sendiri, sehingga petani memilih membiarkannya membusuk daripada rugi lebih besar. Ada juga sayuran yang bentuk atau ukurannya tidak sesuai standar pasar, meski sebenarnya masih layak dan enak dikonsumsi. Di sisi lain, tidak sedikit pula petani yang dengan sukarela ingin menyumbangkan hasil kebunnya.
Dari situlah Gleaning hadir sebagai jembatan, memastikan sayuran-sayuran yang tadinya nyaris tak bernilai ini tetap bisa dinikmati dan bermanfaat untuk banyak orang.

Sesi Gleaning biasanya dilakukan sejak pagi hingga siang hari. Mulai dari volunteer berangkat ke kebun untuk memanen sayuran bersama, hingga proses menyortir dan membersihkan hasil panen serta menimbang berapa banyak sayuran yang didapat. Sayuran yang sudah bersih ini kemudian dibagikan langsung ke teman-teman rentan di kawasan Lembang dan Bandung yang menjadi mitra FoodCycle Indonesia.
Seperti halnya Masak Bareng Berdampak, volunteer yang ikut Gleaning juga dikenakan biaya partisipasi. Bukan untuk mencari untung, biaya ini sepenuhnya dipakai untuk menutup ongkos transportasi mengantar sayuran ke yayasan-yayasan mitra, serta biaya packaging agar sayuran sampai dalam kondisi baik.

Gleaning adalah wujud nyata dari misi zero food waste FoodCycle Indonesia, mencegah makanan terbuang dari hulu, bahkan sebelum sempat sampai ke pasar. Pendekatan ini dikenal sebagai agricultural recovery, upaya menyelamatkan hasil pertanian yang berisiko terbuang langsung dari sumbernya.
Sejak April 2026, program ini telah berhasil menyelamatkan 4,4 ton sayuran hasil gleaning dan sortir, melibatkan 123 volunteer yang datang dari berbagai latar belakang untuk turun langsung ke kebun.
Kegiatan Gleaning terbuka untuk siapa pun yang ingin ikut turun langsung ke kebun, baik secara perorangan maupun berkelompok. Program ini juga menjadi pilihan menarik bagi perusahaan yang ingin mengadakan kegiatan CSR yang berbeda, mengajak karyawan merasakan langsung proses panen sekaligus ikut berkontribusi pada misi zero food waste dari sisi hulu.

Bagi para volunteer, Gleaning bukan cuma soal menyelamatkan sayuran. Kegiatan ini juga jadi ruang untuk healing di tengah suasana kebun yang asri, mencari pengalaman baru, sekaligus berkenalan dengan teman-teman baru yang punya kepedulian yang sama terhadap isu food waste dan lingkungan.
Dengan setiap kilogram sayuran yang diselamatkan, kegiatan ini membuktikan bahwa menjaga makanan agar tidak terbuang bisa dimulai dari langkah paling awal, langsung dari kebun.